Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Pasokan ikan laut segar hasil tangkapan nelayan wilayah pantai Bengkulu pekan ini cukup lancar karena nelayan sebagian besar melakukan aktifitasnya seperti biasa.
Selama ini para nelayan di kawasan pesisir Bengkulu tidak melaut akibat terganggu gelombang tinggi dan angin kencang,kata seorang pedagang ikan Agus, Kamis. "Kami setiap pagi sudah mengantri membeli ikan pada Pusat Pelelangan Ikan (PPI) di kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu karena nelayan mendarat pada tengah malam," katanya.
Pendaratan nelayan itu biasanya terjadi beberapa gelombang, pada dinihari, pagi dan siang dengan hasil tangkapan ikan campuran dalam kondisi segar. Berbeda dengan hasil tangakapan nelayan pancing yang berminggu-minggu melaut dan diawetkan dengan pada ruang pendingin.
Sampai di TPI memang kondisinya kelihatan segar dan masih membeku dalam es, kalau ikan tangkapan nelayan tradisonal hanya satu hari atau sepuluh jam itupun suah menggunakan es balok, ujarnya. Ia menjelaskan, harga beli ikan pada tingkat grosir di PPI itu mulai turun dari sebelumnya Rp30.000 menjadi Rp26.000 per kilogram. Kalau ikan campuran harga belumnya Rp20.000 per kilogram, udang udang putih udang kelong dibeli antara Rp35.000 hingga Rp60.000 per kilogram, turun dari sebelumnya rata-rata Rp10.000 per kilogram.
Sebelumnya para pedagang ikan itu hanya mengharapkan pasokan ikan segar dari Enggano dan nelayan pancing milik pengusaha ikan di daerah itu. Meskipun pasokan ikan dari nelayan kecil mulai ada, tetap saja membeli ikan segar dari sekelompok nelayan moderen, terutama ikan kualitas ekspor.
Untuk pasokan ikan segar air tawar akhir-akhir ini cendrung tersendat-sendat, terutama dari provinsi tetangga yaitu Lubuk linggau dan Pagar Alam, Sumsel. Seorang pedagang ikan lainnya Rusmi mengatakan, sebelumnya ia menjual ikan air tawar jenis ikan putih yang dipasokan pedagang dari Jambi, namun jumlahnya terbatas.
Ikan air tawar jenis lainnya yang dijualnya adalah ikan nila, ikan mas dari provinsi tetangga, namun saat ini hanya menjual ikan lele produksi lokal.Pasokan ikan air tawar itu sebelumnya didatangkan dari berbagai daerah tingkat dua di Bengkulu bahkan dari provinsi tetangga seperti Lubuk Linggau dan Pagar Alam, Sumsel.
Harga jual ikan jenis nila Rp23.000 turun dari sebelumnya mencapai Rp26.000 per kilogram, ikan bawal air tawar dijual Rp25.000 per kilogram, ikan mas dijual Rp30.000 per kilogram dan ikan lele Rp20.000 per kilogram.(Z005)
