"Pakan harimau berupa babi hutan, kijang, dan satwa lainnya berkurang di daerah itu," katanya di Lubukbasung, Selasa.
Menurut dia, belakangan petugas tidak menemukan jejak satwa mangsa harimau seperti babi dan kijang di daerah yang menjadi habitat harimau.
"Hampir satu bulan kami melakukan penanganan konflik ini, tidak ada menemukan jejak kaki babi, kijang, dan satwa lainnya di kawasan itu," katanya.
Dia menghubungkan kematian mendadak puluhan babi akibat flu babi Afrika dengan penurunan ketersediaan makanan harimau liar di wilayah itu.
Guna mencegah harimau yang lapar masuk ke permukiman, ia menjelaskan, petugas Resor Konservasi Sumber Daya Alam Agam memasang dua kandang jebak untuk menangkap harimau yang hendak masuk ke perkampungan penduduk.
"Kandang jebak telah kita pasang selama tujuh hari dan belum berhasil menangkap harimau," katanya.
Pewarta: Altas MaulanaUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026