Mukomuko (Antara) - Yayasan Genesis Bengkulu menyarankan agar pembangunan pengaman pantai di Kabupaten Mukomuko seperti di Provinsi Sumatera Barat, dengan memasang pemecah gelombang dalam laut sehingga terjangan ombak ke pinggir menjadi kecil.
"Konsep pembangunan pengaman pantai kita ini salah. Seharusnya di lokasi dalam laut dipasang pemecah gelombang agar ombak ke pinggir kecil, seperti yang dibangun di Padang," kata Direktur Yayasan Genesis Bengkulu, Barlian, di Mukomuko, Rabu.
Ia mengatakan, sepanjang pantai di Padang itu dipasang pemecah gelombangnya di lokasi bukan di pinggirnya tetapi ke arah dalam laut sehingga ombak yang masuk ke pinggir menjadi kecil.
Menurut dia, kalau saja di pantai di daerah itu diterapkan pembangunan seperti itu maka tidak perlu lagi menghabiskan dana miliaran rupiah dibangun pengaman pantai sepanjang itu.
Karena, lanjutnya, terjangan ombak laut ke pinggir kecil, sehingga cukup dipasang batu gajah di pinggir pantai.
Sementara, kata dia, pengaman pantai di Mukomuko ini hanya berfungsi menahan terjangan ombak laut di bagian tertentu saja yang ada pengamannya, sedangkan yang belum ada pengaman tetap tergerus ombak laut.
Selain itu, menurut dia, pengaman pantai tersebut belum bisa menghentikan terjangan ombak yang besar itu ke sepanjang pinggir pantai di daerah tersebut.
Dia menjelaskan, karena ombak masih saja besar menerjang ke pinggir pantai di daerah itu sehingga lokasi yang belum dibangun pengaman pantainya menjadi tergerus.
"Kalau ombak itu besar ke pinggir tidak bisa menerjang pengaman pantai maka terjangan ombak tersebut tidak bisa dihentikan di lokasi yang belum dibangun pengamannya," ujarnya lagi.***3***
