Kota Bengkulu (ANTARA) - Wakil Wali Kota (Wawali) Bengkulu Dedi Wahyudi mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), dan lainnya, untuk siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana akibat cuaca ekstrem.
"Kepada BPBD, Tagana, PMI, dan lainnya, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir," ujar Dedi Wahyudi di Kota Bengkulu, Kamis.
Ia menyebutkan bahwa penyebab banjir di Kota Bengkulu berasal dari hulu sungai yang berada di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Sementara itu berdasarkan data dari BPBD Provinsi Bengkulu, terdapat sembilan desa di Kabupaten Bengkulu Tengah yang terendam banjir yaitu Desa Pondok Kelapa, Desa Sidodadi, Desa Kembang Ayun, Desa Pagar Dewa, Desa Sunda Kelapa, Desa Abu Sakim, Padang Betua, Desa Kota Titik, dan Desa Talang Panjang.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu mengimbau agar seluruh masyarakat untuk waspada terhadap cuaca buruk seperti hujan dengan intensitas lebat dan angin kencang akan yang terjadi beberapa hari ke depan.
"Untuk masyarakat Bengkulu diharapkan untuk tetap waspada dalam berkendara atau beraktivitas di luar rumah saat terjadi cuaca signifikan," sebut Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu Anang Anwar.
Sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan petir dan angin kencang.
Update Berita Antara Bengkulu Lainnya di Google News