Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Panti asuhan Almubarak Kota Bengkulu membina puluhan orang anak yatim dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk dari luar daerah seperti Sumatra Utara.
"Panti asuhan yang kami kelola saat ini menampung sebanyak 68 orang anak yatim dari berbagai kabupaten/kota di Bengkulu, termasuk ada beberapa orang anak dari Sumatra Utara," kata Syamsul Bahri, salah seorang pengurus panti asuhan Almubarak, Kota Bengkulu, Kamis.
Ketika menerima kunjungan wartawan dan karyawan Perum LKBN ANTARA Bengkulu, dalam rangkaian memperingati HUT ke 74 Perum LKBN ANTARA, Syamsul menjelaskan, ada tiga orang penghuni panti asuhan ini yang berasal dari satu kabupaten di Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Sedangkan 65 orang lainnya berasal dari Provinsi Bengkulu.
Ia mengatakan, anak penghuni panti asuhan Almubarak sebagian besar masih bersekolah ditigkat SMP. Sedangkan sebagian lagi sekolah tingkat SMA dan kuliah di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di daerah itu.
"Anak asuhan kita yang saat ini sedang kuliah tercatat tiga orang dan SMA 16 orang, sedangkan yang sudah selesai kuliah baru satu orang," ujarnya.
Namun, dia tidak menjelaskan di universitas mana tiga penghuni panti tersebut berkuliah. "Yang jelas, anak asuh kami sekarang ada tiga orang yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Bengkulu," ujarnya.
Menyinggung kendala yang dihapi panti asuhan Almubarak, Syamsul Bahri mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan bantuan dari para donatur di daerah ini untuk memperbaiki beberapa gedung tempat penampungan akan yang kini dalam keadaan rusak berat.
"Sedikitnya ada tiga gedung milik panti asuhan Almubarak tidak bisa ditempati karena atap bocor dan plafon sudah buruk, sehingga jika hujan bocor. Gedung tersebut sudah tidak kami tempati lagi," ujarnya.
Untuk memperbaiki gedung tersebut, pihak panti membutuhkan dana cukup besar. Sedangkan dana yang ada di panti tersebut sangat terbatas. Selain itu, dana yang ada untuk membiayai berbagai kebutuhan anak penghuni panti tersebut.
Karena itu, pihaknya berharap kepada masyarakat Bengkulu yang mampu untuk menjadi donatur memperbaiki gedung yang rusak. Dengan demikian, gedung tersebut dapat digunakan lagi untuk menampung anak yatim di panti tersebut, katanya. (ANT-212)
