Bengkulu (ANTARA) - Di Pegunungan Andes, Chili, berdiri Ski Portillo—resor ski legendaris yang sejak lama menjadi tujuan favorit pencinta salju, wisatawan, hingga atlet Olimpiade. Tidak seperti resor modern yang dipenuhi kota kecil, spa, atau pusat hiburan, Portillo menawarkan pengalaman sederhana: bermain ski sepuasnya di tengah keheningan pegunungan.
Dengan luas 5 km persegi, resor ini memiliki 35 jalur ski dan 14 lift. Portillo adalah resor ski pertama di Amerika Selatan. Meski tidak sebesar kawasan ski di Alpen atau Rocky Mountains, daya tariknya justru terletak pada medan menantang serta atmosfer klasik yang seakan berhenti di masa lalu.
Dari Santiago, perjalanan menuju Portillo memakan waktu sekitar dua jam melalui jalur pegunungan berliku. Setibanya, para tamu langsung disambut hotel ikonik berwarna kuning cerah berkapasitas 450 orang. Tanpa kota terdekat, kehidupan di sini berpusat pada ski, makan, dan kebersamaan.
Sejarah dan Tradisi
Portillo dibuka pada 1949 oleh pemerintah Chili. Pada 1960-an, resor ini diakuisisi Bob Purcell dari New York, yang kemudian mengelolanya bersama keluarga. Sejak itu, keluarga Purcell tetap memimpin operasional hingga kini.
Pada masa awal, Portillo terkenal lewat pesta ski yang hangat bersama sahabat keluarga Purcell. Tradisi kebersamaan ini tetap hidup hingga sekarang, membuat pengunjung merasa seperti tinggal bersama keluarga besar. Reputasi Portillo makin mendunia setelah menjadi tuan rumah Kejuaraan Ski Dunia Alpen FIS 1966.
Komunitas Hangat di Tengah Salju
Bagi banyak pengunjung, daya tarik Portillo bukan hanya lereng saljunya, melainkan juga suasana akrab yang tercipta. Carolina Mendoza, pengunjung setia sejak 1970-an, menggambarkan resor ini seperti “tinggal bersama keluarga besar.”
Setiap musim dingin (Juni–September), ketika belahan bumi utara menikmati musim panas, Portillo ramai oleh wisatawan dari Amerika, Eropa, hingga Amerika Latin. Atlet Olimpiade pun rutin berlatih di sini. Breezy Johnson, atlet ski asal Amerika Serikat, menyebut tata letak Portillo sangat efisien—dari hotel ke jalur ski hanya perlu berjalan kaki sebentar, berbeda dengan resor besar yang memerlukan perjalanan panjang.
