Bengkulu (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menyatakan pertumbuhan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berjalan baik dengan nilai transaksi 450 persen melebihi target tahunan yang telah ditetapkan.
"Transaksi QRIS di Bengkulu juga meningkat volumenya di triwulan III 2025 mencapai 38,8 juta transaksi atau sudah 450 persen dari target untuk QRIS di Bengkulu, dengan nominal lebih dari Rp500 miliar transaksinya," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih di Bengkulu, Senin.
Dia mengatakan sampai triwulan III 2025 QRIS sudah digunakan oleh 217,8 ribu pedagang atau sudah melebihi target sampai 158 persen.
"Dan penggunanya sudah 262 ribu pengguna," kata dia.
Filianingsih mengatakan QRIS bukan sekedar kanal pembayaran, tetapi juga berfungsi sebagai entry point pintu masuk terdepan untuk memperkenalkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terhubung dengan ekonomi digital.
"Yang pertama onboarding UMKM untuk mengakses pembayaran digital, UMKM bisa mengakses pembayaran digital dan akan merasakan kenyamanannya. Generasi muda tidak terbiasa membawa uang di dompet, uangnya ada di gawai. Oleh karena itu kehadiran QRIS akan mendekatkan pembeli dan pedagang," ucapnya.
Hal yang kedua, lanjut dia, QRIS juga meningkatkan transaksi UMKM dan meningkatkan profitabilitas, karena memungkinkan UMKM untuk menyediakan berbagai metode pembayaran dan bisa meningkatkan transaksi daring maupun transaksi langsung di toko.
"QRIS melayani berbagai instrumen dana dan sumber dana, karena sumber dananya QRIS Itu bisa uang tabungan, bisa kartu kredit serta uang elektronik. Nah pada akhirnya ini akan meningkatkan transaksi," kata dia.
Hal yang ketiga dari QRIS untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kata dia, bisa membuka akses layanan keuangan digital yang lebih luas.
"Jadi UMKM bisa mendapatkan kredit, pembiayaan dengan menggunakan QRIS sebagai pembuka akses. Seperti investasi, jadi transaksi QRIS yang dilakukan oleh pedagang tercatat secara elektronik dan ini akan membentuk satu riwayat transaksi yang bisa dimanfaatkan untuk membentuk kredit scoring atau kredit profil dari pedagang," ucapnya.
Menurut dia, di triwulan III 2025, transaksi QRIS sudah mencapai 10,33 miliar transaksi, menjangkau 58 juta pengguna dan 41,29 juta pedagang atau merchant di seluruh Indonesia.
"Dan dari 41,29 juta itu 93 persennya adalah UMKM. Dan QRIS bukan hanya jago kandang, dia sudah terhubung lintas negara. Saat ini sudah terkoneksi ke Malaysia, Thailand, dan Singapura, sehingga tidak perlu ke money changer, cukup bawa HP-nya dan bisa melakukan pembayaran dengan QR-nya di sana," ujarnya.
