Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Gelombang pasang air laut merusak sebanyak tiga bangunan tempat usaha berupa warung atau kios pedagang di Pantai Air Punggur, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
"Sebanyak tiga warung pedagang ini berada dekat Pantai Air Punggur. Dari tiga warung, dua rusak berat dan satu rusak sedang," Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko Ahmad Hidayat Syah saat dihubungi dari Mukomuko, Jumat.
Dia mengatakan, gelombang pasang air laut mulai hari Rabu sore (5/11) sekira pukul 17.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB, dan merusak satu bangunan warung milik pedagang di lokasi tersebut.
Kemudian, kejadian gelombang pasang kembali terjadi Kamis (6/11) sekitar pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB yang merobohkan satu unit warung pedagang bernama Wewen.
Lalu, gelombang pasang juga merusak satu warung pedagang bernama Sadri, dan bangunan warung rusak akibat percikan gelombang setelah menghantam tanggul abrasi yang diperkirakan sejauh 13 meter.
Selanjutnya, petugas BPBD bersama dengan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan bekerja sama untuk melakukan pembersihan badan jalan atas dampak dari gelombang pasang tersebut.
Dia memperkirakan, lebih kurang 300 meter sisa materal pasir dan batu kerikil yang terbawa gelombang pasang dan hari ini petugasnya membersihkan badan jalan agar tidak membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor dan mobil.
Dia memastikan, saat ini tidak ada lagi material pasir dan batu yang menutupi badan Jalan Lintas Sumatera di Pantai Air Punggur di daerah ini.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Mukomuko sebelumnya menerima surat peringatan dini gelombang laut mencapai setinggi 2,5 meter hingga empat meter dan kecepatan angin 15 knot dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta.
Dari informasi peringatan dini dari BMKG tersebut, selanjutnya petugas BPBD Mukomuko memantau situasi dan kondisi perairan laut yang berada sepanjang Air Punggur, Kecamatan Kota Mukomuko.
Kemudian, BPBD Mukomuko juga menyampaikan peringatan dini kepada pihak terkait khususnya nelayan yang melakukan aktivitas melaut di perairan laut daerah ini.
Dalam kondisi gelombang tinggi 2,5 meter itu berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan perahu nelayan termasuk kecepatan angin 15 -16 knot.
Untuk itu, ia menyarankan, sebaiknya nelayan yang mau melaut untuk tetap waspada terhadap gelombang laut setinggi itu.
