Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik menyebutkan inflasi Provinsi Bengkulu masih terkendali berada dalam rentang target nasional meski angka pada November 2025 mengalami kenaikan indeks harga beberapa kelompok pengeluaran.
"BPS Provinsi Bengkulu mencatat pada November 2025 inflasi sebesar 2,68 yoy, atau masih dalam rentang target nasional 2,5 plus minus 1 persen," kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal di Bengkulu, Senin.
Inflasi tahunan di Provinsi Bengkulu terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,94 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,03 persen kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,64 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,36 persen.
Kelompok lain yang menyumbang yakni kelompok transportasi sebesar 1,42 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,26 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,95 persen.
Tidak semua kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, ada beberapa yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,52 persen dan kelompok pendidikan sebesar 9,55 persen.
Win Rizal mengatakan meski angka inflasi Bengkulu masih berada dalam rentang target nasional, namun kenaikan tersebut juga harus menjadi peringatan bagi daerah untuk tetap berhati-hati hingga akhir 2025.
"Menjadi catatan penting tentang faktor cuaca, penurunan produksi, berkurangnya pasokan, serta kenaikan harga pupuk dan pembasmi hama mendorong kenaikan komoditas hortikultura, terutama cabai merah," katanya.
Dia menyebutkan ada lima komoditas utama dengan andil inflasi terbesar November 2025 secara angka tahunan yang mesti menjadi perhatian, yakni cabai merah dengan inflasi sebesar 1,02 persen, emas perhiasan sebesar 0,43 persen, sigaret kretek mesin (SKM) dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,14 persen, serta santan segar sebesar 0,13 persen.
