Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu minta perusahaan dan para pekerja memastikan komitmen penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara berkelanjutan.
"Bulan K3 Nasional 2026 sesuai dengan temanya, yaitu membangun komitmen K3. Kita menginginkan pekerja yang profesional di bidangnya, andal dalam kemampuannya, serta mampu bekerja secara kolaboratif," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Selasa.
Ia meminta para perusahaan dan pekerja untuk terus mengedepankan profesionalisme, keandalan, serta kolaborasi dalam bekerja dalam mewujudkan budaya K3.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam bekerja guna mencegah risiko kecelakaan kerja.
"Tahun ini harapan kita, para pekerja menjalankan prosedur keselamatan kerja dengan mengedepankan SOP agar terlindungi dari berbagai risiko kerja," kata dia.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mendorong kontribusi perusahaan maupun individu pemberi kerja untuk memastikan jaminan kerja karyawan masing-masing.
Pemerintah Provinsi Bengkulu ingin seluruh pekerja di Bengkulu hingga pekerja rentan terjamin keselamatannya lewat jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja rentan.
Upaya tersebut diharapkan juga ikut meningkatkan kesejahteraan para pekerja di Provinsi Bengkulu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu Syarifudin meminta perusahaan dan pekerja rutin bersedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Perusahaan diimbau untuk membantu masyarakat melalui program gubernur. Pekerja akan selamat jika banyak bersedekah, dan perusahaan juga harus rajin melakukan bakti sosial," ujarnya.
