Kota Bandung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiapkan sebanyak 3.000 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1).
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk manajemen Persib Bandung dan unsur terkait lainnya, guna memastikan pengamanan pertandingan berjalan optimal.
“Pengamanan laga Persib melawan Persija akan dilakukan secara berlapis dan ketat. Kami memastikan tidak ada celah bagi pelanggaran keamanan, termasuk masuknya suporter tim lawan ke wilayah stadion,” kata Rudi di Bandung, Kamis.
Rudi menjelaskan, pemeriksaan terhadap penonton akan dilakukan di sejumlah titik dan dilakukan berulang kali. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tubuh guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa masuk ke stadion.
“Pemeriksaan akan kami lakukan di beberapa titik. Kami mengimbau suporter tidak membawa barang-barang yang dilarang atau membahayakan, seperti flare, senjata tajam, alkohol, dan minuman keras,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan badan tidak hanya dilakukan satu kali, melainkan hingga tiga kali sebelum penonton memasuki area stadion.
Selain pemeriksaan penonton, kata dia, sterilisasi stadion juga akan dilakukan sejak pagi hari sebelum pertandingan berlangsung.
“Tidak hanya body checking, kami juga akan melakukan sterilisasi stadion sejak pagi. Kapolrestabes Bandung akan memimpin langsung sterilisasi di dalam stadion,” ujar Rudi.
Kapolda Jabar juga menegaskan larangan keras bagi suporter tim tamu untuk hadir di stadion sesuai dengan regulasi PSSI.
“Kami mengimbau semua pihak untuk mematuhi peraturan PSSI. Suporter tim lawan dilarang hadir,” kata dia.
Selain pengamanan di stadion, Polda Jabar juga melakukan pengawasan secara menyeluruh, termasuk di ruang siber dan pintu-pintu masuk wilayah Jawa Barat.
“Semua ruang akan kami monitor, termasuk ruang siber jika ada ajakan atau provokasi. Kami juga melakukan pengawasan di pintu masuk Jawa Barat, baik jalur kereta api maupun jalur darat,” kata Rudi.
