Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong, Bengkulu, saat ini tengah melaksanakan bedah lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di wilayah itu.
Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan kegiatan yang dipusatkan di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara tersebut mencakup sasaran fisik dan nonfisik dengan dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sebesar Rp1 miliar lebih.
"Salah satu program unggulan TMMD kali ini adalah rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni atau RTLH. Program ini diperuntukkan bagi warga tidak mampu yang berada di lokasi kegiatan," kata dia.
Dia menjelaskan, saat ini proses pengerjaan fisik rumah tersebut terus berjalan, di mana dua unit di antaranya telah mencapai kemajuan fisik sekitar 15 persen.
Dia berharap pada program bedah rumah ini akan ada partisipasi masyarakat, karena anggaran yang dikucurkan sebesar Rp20 juta, dengan rincian untuk pembelian material Rp17,5 juta dan Rp2,5 juta upah tukang.
"Dana ini sifatnya stimulan, kita harapkan akan ada swadaya masyarakat. Karena jika mengandalkan anggaran sebesar itu tidak mencukupi untuk rehab rumah ukuran 4x6 meter. Nantinya masyarakat bisa gotong royong menyelesaikannya," terang Dandim.
Selain bedah rumah, kata dia, TMMD ke-127 juga fokus pada pembukaan akses jalan baru sepanjang 4,167 kilometer dengan lebar 8 meter yang progresnya telah mencapai 9,5 persen, serta pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter.
"Sasaran fisik unggulan lainnya adalah pembuatan sumur bor di lima titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, dengan progres fisik saat ini berkisar antara 5 hingga 20,5 persen," tambahnya.
Sementara itu untuk sasaran non-fisik, pihak TNI telah melaksanakan pelayanan kesehatan dan donor darah. Ke depan, akan dilaksanakan serangkaian penyuluhan meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, pertanian, pencegahan narkoba, kerukunan antarumat beragama, penanganan stunting, hingga sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Program yang berlangsung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026 ini melibatkan sedikitnya 181 personel gabungan yang terdiri dari 126 personel TNI AD, 10 personel TNI AL, 10 anggota Polri, serta keterlibatan mahasiswa dan masyarakat setempat.
Dalam mendukung percepatan pekerjaan di lapangan, Kodim 0409/Rejang Lebong mengerahkan dua unit alat berat berupa satu unit ekskavator dan satu unit dozer.
