Mukomuko (ANTARA) - Mayoritas buruh perempuan yang bekerja di perusahaan perkebunan sawit PT Agro Muko Estate Air Bikuk Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Rabu, menggelar aksi memakai sandal jepit guna meminta perusahaan menyediakan alat pelindung diri (ADP) berupa sepatu.
“Mayoritas buruh perempuan menggunakan sandal jepit saat apel pagi hari ini untuk meminta perusahaan ini memberikan APD yang sudah dijanjikan sebelumnya," kata Firmanto, mandor buruh perempuan perusahaan perkebunan sawit PT Agro Muko Estate Air Bikuk saat dihubungi dari Mukomuko, Rabu.
Ia menyatakan, buruh perempuan di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Agro Muko Estate Air Bikuk ini sudah selama lima tahun bekerja di lahan perkebunan kelapa sawit tetapi manajemen tidak memberikan alat perlindungan diri dari perusahaan.
Para buruh perempuan dengan perusahaan sebelumnya pernah membahas masalah terkait tuntunan para buruh untuk masuk kerja penuh selama satu bulan, termasuk permintaan alat pelindung diri pada bulan Oktober tahun ini.
“Ada kesepakatan tertulis dengan pihak perusahaan waktu itu dan perusahaan berjanji menyediakan alat pelindung diri untuk puluhan buruh perempuan, tetapi sampai sekarang belum dipenuhi,” ujarnya pula.
Untuk itu, ia meminta perusahaan menepati janjinya menyediakan alat pelindung diri untuk semua buruh harian lepas di anak perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Manajer PT Agro Muko, Sahrul, mengatakan sudah menindaklanjuti usulan buruh tersebut kepada pimpinan perusahaan ini.
“Kita sudah minta pembelian alat pelindung diri berupa sepatu sebanyak puluhan pasang untuk buruh dan kemungkinan pembagian APD pada bulan Januari 2020,” ujarnya.
Ia menyatakan pembelian APD untuk buruh secara bertahap dan pembeliannya dimulai di awal tahun depan.*
