Pekanbaru (ANTARA Bengkulu) - Objek wisata Buluh Cina di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, hendaknya dikelola secara profesional karena memiliki pemandangan indah.
Para wisatawan dari Kota Pekanbaru, Riau, mengharapkan objek wisata Buluh Cina dikelola secara baik, maka akan banyak diminati pengunjung terutama dari Pekanbaru," kata Yanuar Has (40) warga Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru, Senin.
Dia mengatakan, objek wisata Buluh Cina memiliki pemandangan yang indah seperti adanya hutan, Sungai Kampar, yang mengalir serta beberapa hewan peliharaan. Selain itu, katanya, permainan perahu yang merupakan andalan harus disuguhkan kepada pengunjung secara baik karena ada juga yang mogok akibat mesinnya telah tua.
Bahkan sarana maupun prasarana penunjang objek wisata itu dibangun terkesan asal-asalan dan tidak mengandung nilai keindahan dan estetika.
Rumput pada tanam tempat bermain pengunjung dibiarkan begitu saja tumbuh liar tanpa adanya perawatan rutin dari pengelola, maka dianggap mengganggu pemandangan.
Namun warga berharap bila objek wisata itu dikelola secara baik, tentunya pengunjung akan betah dan kembali ke tempat itu pada lain kesempatan.
"Kesan pertama yang saya lihat ketika ke Buluh Cina yakni dikelola tidak secara serius, padahal memiliki potensi pemasukan bagi perekonomian," kata Indra Wandi (37) penduduk Jalan Teuku Umar Pekanbaru ketika diminta komentarnya.
Indra menambahkan, pengelola objek wisata itu sebaiknya mengutamakan keindahan bila membangun sarana maupun prasarana penunjang, jangan hanya asal saja.
Meski demikian Indra merasa yakin bila dikelola secara baik, Buluh Cina banyak dikunjungi wisatawan terutama dari kota sekitarnya seperti Dumai, Rengat, Siak maupun dari Sumatera utara.
Padahal para wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekitar Buluh Cina terutama saat kapal nelayan yang melintasi Sungai Kampar, salah satu sungai di Provinsi Riau.
Sedangkan jarak Buluh Cina hanya terpaut 25 km arah selatan Kota Pekanbaru melewati Bandara Sultan Syarif Kasim II. Namun disesalkan bahwa pemerintah setempat tidak menyediakan kendaraan menunju lokasi objek wisata sehingga pengunjung harus membawa kendaraan sendiri untuk bisa sampai ke sana.
Pada lokasi wisata itu pengunjung juga dapat melihat aneka hewan yang hidup bebas seperti monyet, kancil, siamang, landak dan tupai. (ant)