Bengkulu (ANTARA) - Matcha dan green tea, dua jenis minuman populer yang semakin digemari masyarakat dunia, sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis tanaman yang juga menjadi sumber teh hitam, oolong, dan teh putih. Meski berasal dari tanaman yang sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari segi proses produksi, rasa, dan kandungan gizi.
Lantas, mana yang lebih sehat di antara keduanya? Mari cari tahu!
Apa itu Green tea?
Green tea atau teh hijau adalah salah satu jenis teh yang diolah dengan cara unik untuk mempertahankan kandungan antioksidan alaminya. Daun teh yang telah dipetik akan segera dipanaskan baik dengan cara dikukus, disangrai dalam wajan, maupun dikeringkan di bawah sinar matahari guna mencegah proses oksidasi. Setelah itu, daun akan digulung dan dikeringkan hingga siap diseduh menjadi minuman.
Ketika diseduh dalam air panas, green tea menghasilkan cairan berwarna hijau kekuningan atau coklat muda, dengan aroma khas yang bersahaja dan rasa yang sedikit berumput atau seperti sayuran. Jika diseduh terlalu lama, green tea bisa menjadi terlalu pahit akibat meningkatnya kadar tanin dalam air.
Selanjutnya, apa Itu Matcha?
Berbeda dengan green tea biasa, matcha merupakan bentuk teh hijau bubuk yang lebih pekat. Matcha dibuat dari daun teh yang ditanam secara khusus di tempat teduh selama beberapa minggu menjelang panen.
Metode ini memperlambat pertumbuhan daun, meningkatkan produksi klorofil, dan meningkatkan kandungan senyawa bermanfaat seperti L-theanine.
Baca juga: Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati
Baca juga: Periset di Unair temukan kandungan antioksidan terbaik pada teh hijau
Setelah dipetik, daun teh dikeringkan dengan cepat untuk menghindari oksidasi, lalu dibersihkan dari batang dan tulang daun sebelum akhirnya digiling hingga menjadi bubuk hijau cerah yang sangat halus.
Tidak seperti green tea biasa yang hanya melibatkan perendaman daun, matcha dikonsumsi bersama seluruh bubuk daun, menjadikannya lebih kaya nutrisi.
