Mukomuko (Antara) - Sebagian nelayan di Kecamatan Kota Mukomuko, Provinsi Bengkulu, panen ikan mungkus atau Sycopterus yang laku dijual sebesar Rp20.000 per `cupak` dengan berat kurang dari satu kilogram dan banyak dibeli oleh warga masyarakat setempat.
"Saat ini nelayan di Kecamatan Kota Mukomuko panen ikan mungkus. Satu perahu motor nelayan dapat satu hingga dua ember besar ikan mungkus per hari," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, di Mukomuko, Senin.
Ia mengatakan, nelayan setempat menggunakan jaring untuk menangkap ikan mungkus. Selain itu nelayan juga menggunakan alat tangkap rawai.
Menurutnya, biasanya musim ikan mungkus setahun hingga dua tahun sekali. Daerah ini mulai musim mungkus setelah habis musim ikan ini di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Ia menyatakan, pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan nelayan setempat panen ikan manyung karena musim ikan di daerah itu tidak berlangsung lama.
"Sekarang ini nelayan panen ikan mungkus, setelah itu musim ikan ini mendadak berakhir dan musim ikan lain," ujarnya.
Untuk sementara ini, ia mengatakan, ikan mungkus hasil tangkapan nelayan setempat dijual di sejumlah pasar tradisional di daerah itu.
Ia menerangkan, ikan mungkus dijual keluar daerah apa bila tidak tertampung lagi oleh pedagang pengecer ikan di pasar tradisional di daerah itu.***1***
