Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Kalangan petani di wilayah Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga kini belum berani turun bersawah untuk menanam padi karena debit air Sungai Selagan sangat kecil dan jaringan irigasi rusak.
"Sekitar 65 persen jaringan irigasi rusak berat, makanya saat ini petani khusus Kecamatan Selagan Raya belum berani turun bersawah," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko Bambang Parianto di Mukomuko, Rabu.
Sekitar 65 persen jaringan irigasi yang rusak berat itu yang mengairi sawah kurang dari seluas 1.000 hektare (ha), dan irigasi ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Irigasi yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah setempat tersebar di Kecamatan Selagan Raya, Kecamatan Penarik, Kecamatan Teramang Jaya, dan Kecamatan Ipuh.
Dia mengatakan, semestinya petani di wilayah Kecamatan Selagan Raya turun bersawah dan menanam padi satu Minggu setelah hari raya Idul Adha tahun ini, namun sampai sekarang mereka belum juga menanam padi.
Untuk membangun jaringan irigasi yang rusak berat di daerah ini, kata dia, dilaksanakan secara bertahap setiap tahun karena keterbatasan anggaran daerah ini.
Pemerintah daerah setempat tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta yang bersumber dari APBD untuk merehabilitasi dua jaringan irigasi di Kecamatan Selagan Raya tepatnya di Sungai Gading Gedang dan Payang 1 PS 3 kiri.
Dia mengatakan, saat ini proses kegiatan rehabilitasi dua jaringan irigasi yang rusak berat di Kecamatan Selagan Raya tersebut sudah berada pejabat pengadaan barang dan jasa, tinggal pengadaan-nya.
Pemerintah daerah merehabilitasi dua jaringan irigasi yang rusak berat ini agar air dari irigasi di wilayah ini bisa mengalir lancar ke lahan persawahan petani.
Selama ini, air irigasi kurang mengalir atau banyak yang terbuang di tengah jalan karena terjadi kebocoran pada bagian jaringan irigasi di wilayah tersebut.
