Kota Bengkulu (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menyampaikan rencana untuk mengakhiri perang Israel di Gaza dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin Arab dan Muslim di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York, Selasa (23/09/2025).
Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, Trump akan bertemu dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Turki, Indonesia, dan Pakistan.
Dalam pertemuan tersebut, Trump diperkirakan akan memaparkan visinya mengenai penarikan pasukan Israel dari Gaza, penempatan pasukan regional untuk menjaga ketertiban, serta langkah awal transisi dan pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat konflik.
Rencana itu dilaporkan melibatkan peran Otoritas Palestina (PA), meski Israel berulang kali menolak opsi tersebut dan sama sekali tidak memberi tempat bagi Hamas.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang juga dijadwalkan hadir, pada forum PBB sehari sebelumnya menegaskan kesiapan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian di Gaza sebagai dukungan terhadap solusi dua negara. Pernyataan tersebut bertepatan dengan langkah Prancis dan sejumlah negara lain yang resmi mengakui Palestina sebagai negara.
Sementara itu, konflik di Gaza terus menelan korban. Kementerian Kesehatan setempat menyebut lebih dari 65.000 warga, sebagian besar sipil, tewas dalam hampir dua tahun terakhir. Serangan udara dan operasi darat Israel masih berlangsung, menyebabkan kehancuran besar-besaran serta eksodus puluhan ribu warga Palestina.
Media Israel dan AS melaporkan bahwa Hamas baru-baru ini menawarkan gencatan senjata 60 hari dengan imbalan pembebasan sebagian tawanan, proposal yang disebut ditahan oleh mediator Qatar. Baik Hamas maupun Qatar belum memberikan komentar resmi.
Trump dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dijadwalkan berpidato di UNGA pada hari yang sama, sementara komunitas internasional terus mendorong gencatan senjata dan solusi politik untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza.
