Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu mengingatkan warga setempat bahaya angin kencang yang berkemungkinan terjadi di wilayah itu.
"Pada kondisi cuaca ekstrem saat ini potensi banjir dan tanah longsor, warga Rejang Lebong juga harus mewaspadai potensi angin kencang. Warga kita imbau untuk menghindari lokasi yang rawan seperti berada di bawah pohon atau papan reklame," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rejang Lebong M Budianto di Rejang Lebong, Jumat.
Dia menjelaskan, potensi bahaya angin kencang ini selain bisa menyebabkan pohon atau papan reklame roboh, juga bisa menyebabkan kerusakan rumah, terutama di bagian atap.
Dampak dari angin kencang di wilayah itu, kata dia, pekan lalu telah menyebabkan dua unit rumah warga di Perumahan BTN Airbang, Kecamatan Curup Tengah mengalami kerusakan di bagian atap.
"Sedangkan kejadian lainnya ialah pohon tumbang di Jalan Sukowati Curup pada tanggal 10 Desember 2025 kemarin, kendati tidak memakan korban jiwa tetapi sempat menutup akses jalan, sebelum disingkirkan oleh TRC BPBD Rejang Lebong bersama petugas DLH dan Dinas PU Rejang Lebong," terangnya.
Sementara itu, menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong itu pihaknya, tambah dia, sudah mengeluarkan peringatan waspada bencana hidrometeorologi yang berkemungkinan terjadi di wilayah itu.
"Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong diminta untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi khususnya yang tinggal di daerah sepanjang aliran air, dan sepanjang jalan yang kemungkinan terjadinya longsor," tegasnya.
Menurut dia, BPBD Rejang Lebong saat ini juga telah menyiagakan personel penanggulangan bencana dari tim Pusdalops serta relawan BPBD tersebar dalam 156 desa/kelurahan di Rejang Lebong.
"Menghadapi cuaca ekstrem dan musim liburan Natal dan tahun 2026 kita sudah menyiagakan personel, kemudian menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mengantisipasi potensi bencana baik bahan makanan, obat-obatan serta peralatan pendukung, termasuk alat berat," demikian M Budianto.
