Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengoptimalkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai salah satu upaya untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Melalui program tersebut, pemerintah memastikan pemenuhan gizi anak-anak melalui kolaborasi lintas sektor dan kepedulian masyarakat.
"Target kami adalah memastikan kebutuhan makanan bergizi mereka terpenuhi setiap hari melalui pendampingan ini (program Genting)," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu Rosminiarty, di Bengkulu, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan intensif agar seluruh anak yang mengalami stunting ataupun risiko stunting di Kota Bengkulu mendapatkan orang tua asuh.
Sebab, berdasarkan data dari pemerintah kota, terdapat sebanyak 45 anak mengalami stunting dan 97 anak masuk kategori berisiko stunting dalam periode Januari hingga Desember 2025.
Untuk itu, Pemkot Bengkulu telah menetapkan 41 orang tua asuh yang akan bertanggung jawab dalam memberikan perhatian khusus, terutama dalam asupan nutrisi dan susu rutin terhadap anak yang mengalami dan berisiko stunting tersebut.
Rosminiarty menjelaskan, keberhasilan program Genting tersebut didukung oleh tren positif penurunan prevalensi stunting di Kota Bengkulu, hal tersebut merujuk data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Bengkulu turun signifikan dari 12,9 persen pada 2022 menjadi 6,7 persen pada 2023.
Melalui program tersebut, pemerintah optimistis Kota Bengkulu dapat mencapai target nol kasus (zero stunting) dalam beberapa tahun ke depan.
Oleh karena itu, diperlukan evaluasi rutin bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan survei data faktual di lapangan terus dilakukan untuk memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran.
"Program genting diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan demi mewujudkan generasi Kota Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh di masa depan," ujar dia.
