Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bengkulu-Sumatera Selatan akan melengkapi sarana dan prasarana pendukung wisata di objek wisata Hutan Madapi, Kabupaten Rejang Lebong, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bengkulu-Sumatera Selatan Muhammad Wahyudi di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan bahwa kawasan yang terletak di Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya tersebut memiliki potensi wisata besar dengan vegetasi pohon mahoni, damar, dan pinus yang telah ada sejak tahun 1950-an.
"Hutan Madapi sangat cocok untuk wisata edukasi anak sekolah maupun keluarga. Target kami tahun ini, setidaknya sebelum Lebaran, fasilitas permainan anak sudah tersedia dan dilakukan pembersihan lokasi mulai dari area camping ground hingga kantor agar wisatawan merasa aman dan nyaman," kata dia.
Selain penambahan wahana bermain, pihak TNKS juga memprioritaskan perbaikan akses jalan setapak (tracking) di dalam kawasan. Selama ini, jalur dari pintu masuk menuju lokasi perkemahan sering kali becek dan menyulitkan pengunjung saat musim hujan.
Dijelaskan Wahyudi, bahwa pengembangan ini juga bertujuan untuk memulihkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Tercatat, pendapatan dari sektor wisata Madapi mengalami penurunan dari Rp23 juta tahun 2024 menjadi Rp11 juta pada tahun 2025 lalu.
"Tahun ini kami menargetkan PNBP bisa kembali naik ke angka Rp23 juta atau lebih. Sebagai perbandingan, pendapatan tertinggi di wilayah TNKS saat ini masih didominasi oleh jalur pendakian Gunung Kerinci," katanya.
Dalam jangka panjang, BBTNKS berencana menjadikan bunga Rafflesia sebagai ikon tambahan di Hutan Madapi. Namun, rencana ini memerlukan waktu karena proses penanaman inang puspa langka tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh.
Saat ini, pihak pengelola juga tengah menyusun dokumen site plan tata bangunan dan tata letak kawasan untuk diajukan ke Balai Besar TNKS.
Dokumen ini diharapkan menjadi acuan pembangunan fasilitas yang lebih terstruktur, termasuk sarana pendukung wisata outbound dan fasilitas pendidikan konservasi.
"Kami ingin Madapi tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat edukasi konservasi mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Dengan tata letak yang bagus, fungsi edukasi dan konservasi dapat berjalan beriringan," tambah dia.
Kawasan Hutan Madapi yang memiliki luas wilayah pemanfaatan sekitar 100 hektare ini juga dikenal memiliki daya tarik lain berupa air terjun dan udara pegunungan yang sejuk, menjadikannya salah satu destinasi unggulan di Bumi Rafflesia.
