Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia menyebutkan seluruh pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu telah masuk kategori digital dalam penerapan transaksi keuangan berbasis elektronik.
"Secara umum semua pemerintah daerah di Bengkulu sudah kategori digital, itu kategori paling tinggi, meski masih ada beberapa yang perlu terus diakselerasi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat di Bengkulu, Selasa.
Wahyu menjelaskan, tidak ada pemerintah kabupaten atau kota di Bengkulu yang sama sekali belum mengenal atau menggunakan sistem transaksi digital. Seluruh daerah telah menerapkan sistem pembayaran elektronik dalam pengelolaan keuangan daerah.
Menurut dia capaian tersebut menunjukkan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Bengkulu relatif berjalan baik. Meski demikian, percepatan tetap diperlukan agar implementasi digitalisasi semakin optimal.
Wahyu Yuwana mengatakan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta kabupaten kota menggelar kegiatan kegiatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah pada Selasa 10 Februari 2026.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya mendorong pemerintah daerah memprioritaskan penggunaan transaksi digital.
Digitalisasi transaksi dinilai dapat membantu pemerintah daerah dalam mengelola belanja dan penerimaan secara lebih tertata melalui sistem elektronik.
Penerapan tersebut juga mempermudah proses administrasi keuangan.
Wahyu menyatakan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah untuk menjaga konsistensi penerapan transaksi digital.
Upaya tersebut diarahkan agar seluruh pemerintah daerah di Bengkulu dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas digitalisasi sistem pembayaran.
Seluruh pemda Bengkulu telah terapkan transaksi keuangan digital
Selasa, 10 Februari 2026 20:38 WIB 502
Kegiatan Rapat TP2DD bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan seluruh kabupaten kota di Bengkulu, Selasa. (10/02/2026) ANTARA/Boyke Ledy Watra
