Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Permintaan ikan segar di Kota Bengkulu hingga saat ini tetap tinggi, namun stok ditingkat pedagang terbatas, sehingga warga beralih mengkonsumsi ikan air tawar.
Penjualan ikan segar di Kota Bengkulu hanya pada pusat pasar ikan di kawasan pantai, itupun hanya beberapa jam stok dipasok nelayan lokal sudah habis terjual, kata pemilik warung makan ikan panggang di kawasan pantai Jakat Kota Bengkulu Mariam, Rabu.
Ia mengatakan, pasokan ikan segar dibeli dari nelayan pelanggan mereka namun jumlahnya sangat terbatas karena nelayan pada umumnya hasil tangkapan mereka berkurang.
Terlebih pada wilayah tangkap nelayan Kota Bengkulu disekitar Pulau Tikus banyak kapal-kapal bersar melakukan kegiatan bongkar muat batu bara, sehingga sarang iakn di kawasan itu rusak.
Setiap pagi nelayan pelanggannya hanya menjual 20-30 kg ikan segar berbagai jenis harganya rata-rata di atas Rp40.000/kg, biasanya mencapai di atas 100 kg dengan harga Rp25.000/kg. "Para pelangga kami mengeluh karena stok ikan laut segar cepat habis dan diganti dengan ikan gurami yang setiap ons Rp10.000, sedangkan ikan nila harganya Rp30.000/kg, ujarnya.
Seorang pedagang ikan lainnya Nurmila mengatakan, pihaknya dua kali seminggu mendapat pasokan ikan segar dari Enggano, namun akhir-akhir ini sangat tergantung pada kelancaran tranportasi ke daerah itu.
Sebelum lebaran, katanya, pasokan ikan air tawar dari provinsi tetangga cukup banyak, namun setelah itu sudah berkurang dan cendrung kosong. "Kami biasanya menjual ikan nila, ikan mas dan ikan putih budidaya dari provinsi tetangga, namun saat ini hanya menjual ikan lele produksi lokal," katanya.
Pasokan ikan laut di Kota Bengkulu saat ini sebagian besar dari Sibolga, Sumut, sedangkan ikan air tawar dari wilayah Sumsel dan Jambi. Ia mengatakan, pasokan ikan air tawar itu sebelumnya didatangkan dari berbagai daerah tingkat dua di Bengkulu bahkan dari provinsi tetangga seperti Lubuk Linggau dan Pagar Alam, Sumsel.
Warga Bengkulu salah satu alternatif mengkonsumsi ikan hanya ikan air tawar, sedangkan ikan laut tangkapan nelayan hingga saat ini sangat kurang. Harga jual ikan jenis nila Rp23.000 turun dari sebelumnya mencapai Rp26.000/kg, ikan bawal air tawar dijual Rp25.000/kg, ikan mas dijual Rp30.000/kg dan ikan lele Rp20.000/kg.
Selain itu harga ikan gabus Rp40.000 dan ikan putih yaitu ikan sungai paling langka dijual pedagang antara Rp75.000-Rp125.000/ekor. Paling banyak digemari pembeli adalah jenis ikan putih yang didatangkan dari wilayah pedalaman, selain itu ikan nila ukuran besar karena untuk dipanggang, sedangkan ikan bawal air tawar dan ikan patin khusus untuk digulai.
Sedangkan ikan lele juga menjadi serbuan pembeli karena disamping harganya lebih rendah yaitu berkisar Rp20.000-Rp22.000/kg, ikan itu bisa dibuat "Pecel lele", ujarnya.
Seorang petugas Pusat Pelelangan Ikan di kawasan Pulau Baai Bengkulu Rianto mengatakan, pasokan ikan dari nelayan daerah itu hingga sekarang masih minim, sehingga beberapa gudang ikan di wilayah itu tidak ada stok ikan.(Z005)
