Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Harga beras dari berbagai jenis di tingkat pedagang Kota Bengkulu turun tipis rata-rata Rp50 per kilogram, namun pasokan tetap lancar.
"Harga beras itu turun karena pasokan dari luar Bengkulu cukup banyak, sedangkan permintaan tetap seperti biasa," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Bengkulu Rahman, Senin.
Ia mengatakan, penurunan harga beras itu diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena petani pada umumnya baru turun ke sawah, sedangkan stok mereka terbatas, sehingga diperkirakan berpeluang naik lagi.
Masyarakat dalam beberapa bulan ke depan tetap menyerbu pasar untuk membeli beras, termasuk warga kurang mampu karena beras bagi warga miskin belum disalurkan.
Sedangkan untuk melakukan operasi pasar (OP) beras tergantung kemampuan pemerintah daerah.
Harga beras lokal dan beras medium (IR 64) dari Lampung dijual pedagang pengecer Rp7.250 dari sebelumnya Rp7.300 per Kg, jenis super merk paten juga stabil Rp9.950 per kg dari sebelumnya mencapai Rp10.000 per Kg.
Salah seorang pedagang beras di pasar tradisional Pagar Dewa Kota Bengkulu Indro mengatakan, beras yang dipasok dari luar daerah antara lain Lampung dan wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) hingga kini cukup lancar.
Sedangkan harga gabah kering giling mulai bergerak naik dari Rp3.000 menjadi Rp3.600 perkilogram karena stok mulai berkurang. (Z005)
