Bengkulu (ANTARA) - Kabid II Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu Zainubi mengimbau masyarakat waspada terhadap ubur-ubur yang berada di kawasan Pantai Pasir Putih Kota Bengkulu.
"Terkait laporan warga dan informasi yang tersebar di media sosial mengenai fenomena ubu-ubur di Pantai Pasir Putih, kami sudah cek ke lokasi dan mengimbau warga menghindar dulu," kata Zainubi di Bengkulu, Rabu.
Ia menambahkan bahwa beberapa pengunjung sempat melaporkan terkena dampak gatal-gatal akibat bersentuhan dengan ubur-ubur.
Zainubi menjelaskan jika ubur-ubur yang datang ke kawasan Pantai Pasir Putih itu terjadi karena fenomena alam.
Ia menduga salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim, tingginya suhu panas di perairan dan adanya seleksi alam menyebabkan hewan ini sulit bertahan sehingga bermigrasi ke daratan.
Ia mengimbau kepada seluruh pengunjung pantai khususnya di sepanjang pantai pasir putih hingga pantai zakat untuk menjauhi perairan sementara waktu.
"Ubur-ubur ini termasuk yang berbahaya, jadi untuk sementara ini kalau bisa jauhi dulu pantai sehingga tidak terjadi apa-apa yang tidak diinginkan," Ujarnya.
Salah satu nelayan yang berada dilokasi Syarifuddin menyebutkan bahwa bahwa fenomena tersebut merupakan pertama kali terjadi di wilayah Bengkulu.
"Beberapa dari kami sudah terkena gatal-gatal karena bersentuhan dengan hewan tersebut," tutupnya.
