Batam (ANTARA Bengkulu) - Patroli Pangkalan Angkatan Laut Batam menangkap dua otak pelaku perompakan kapal tugboat Pelita II GT 7/815/PPe milik PT Dharma Karya Sentosa bermuatan BBM di di Selat Nenek, Kabupaten Karimun, Senin (31/12) dinihari.
"Kami berhasil menangkap dua dari tujuh perompak pada dua tempat terpisah di Batam pada Selasa (1/1)," kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut Batam, Kolonel Pelaut Nurhidayat di Batam, Rabu.
TNI AL, kata dia, juga sudah menemukan KM Tugboat Pelita II berikut tongkang Olympus yang sengaja dilabuhkan diperairan wilayah Pulau Abang, Batam pada 31 Desember 2012 dinihari.
Danlanal Batam mengatakan, setelah melakukan intrograsi pada kedua otak perompakan diketahui bahwa perompakan tersebut dilakukan oleh komplotan yang terdiri dua tim.
"Satu tim sebagai perencanaannya yang berjumlah dua yang sudah tertangkap. Sedangkan satu tim lainnya yang terdiri dari tujuh pelaku adalah eksekutor diatas kapal korban. Jadi keseluruhan perompak berjumlah 9 pelaku. Tak menutup kemungkinan jumlah perompak bisa bertambah," kata dia.
Nurhidayat mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dirpolair Polda Kepri untuk mengejar ketujuh perompak yang masih buron.
"Kami akan berkoordinasi untuk melakukan pengejaran pada pelaku. Kami yakin tidak membutuhkan waktu lama karena sudah mendapatkan petunjuk dan mengantongi identitas pelaku," kata dia.
Pemilik tugboat Pelita II, Arifin di Batam mengatakan tongkang Olympus yang ditarik saat itu memuat 150 ton solar dan 10 ton premium dari Pertamina Tanjunguban hendak menuju Sungai Guntung Indragiri Hilir Riau
Awalnya pada Minggu (30/12) pukul 20.30 WIB, KM Pelita II yang menarik tongkang Olympus ini baru saja mengisi muatan solar dan premium untuk dikirim ke Riau tepatnya di industri kayu PT Sinar Mas.
Sampai di Selat Nenek, pukul 02.00 WIB dini hari mendadak KM Pelita II dan tongkang dipepet satu kapal cepat (speed boat).
"Kebetulan saat itu awak kapal memang lagi terlelap tidur. Begitu tujuh perompak meloncat naik ke atas tongkang Olympus, satu persatu awak kapal dilumpuhkannya dengan cara disekap mulutnya dan diikat tangannya," kata dia.
Setelah semua awak yang ada di atas tongkang dilumpuhkan, kata dia, tiga perompak tetap berjaga diatas tongkang, sedangkan empat perompak lainnya berpindah menuju KM tug boat Pelita II.
Diatas KM Pelita II awak kapal lainnya pun tak berdaya dan memilih pasrah begitu saja. Sebab, pelaku mengancam akan menebaskan parangnya ke leher korban bila sampai ada yang mencoba melawan.
Selanjutnya, kata Arifin, perompak membuang tujuh ABK ke Pulau Kluing Tanjung Pelanduk dan memindahkan 140 ton solar, lima ton premium dengan nilai mencapai Rp1,4 miliar.
"Semua ponsel milik ABK kami pun juga dirampas, berikut dompet sak isi-isinya. Kami tidak bisa berbuat banyak. Beruntung pagi harinya kami diselamatkan oleh nelayan dan mengantarkan kami ke Poa AL di Pulau Abang untuk membuat laporan," ujar Arifin. (Antara)
