Bengkulu Tengah (ANTARA) - Pada tahun 1990-an hingga 2000-an, air terjun ini sangat populer di kalangan anak muda penyuka keindahan alam di Bengkulu.
Dikenal dengan nama air terjun Datar Lebar karena terletak di Desa Datar Lebar Kabupaten Bengkulu Tengah. Lokasi yang cukup mudah diakses menjadi salah satu faktor yang membuat air terjun ini tak pernah sepi dari pengunjung, terutama pada akhir pekan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, air terjun ini seperti "ditinggalkan" pengunjung karena berbagai faktor, terutama kejadian kecelakaan yang pernah menimpa pengunjung.
"Pesona air terjun ini masih seperti dulu, sangat indah dan membuat pengunjung betah menikmatinya," kata Nody, salah satu pengunjung air terjun Datar Lebar, Selasa.
Memiliki ketinggian air terjun lebih dari 30 meter dan dikelilingi oleh pohon-pohon tinggi, air yang sangat jernih dan membutuhkan sedikit petualangan untuk mencapainya.
Di lokasi ini juga terdapat hamparan lahan datar yang pas untuk tempat mendirikan tenda bagi yang berminat untuk camping.
Menurut Kepala Desa Datar Lebar, Nuri, air terjun ini mulai hilang dari daftar kunjungan para peminat wisata alam karena banyaknya air terjun baru yang lokasinya lebih dekat atau lebih cantik, atau memiliki akses yang lumayan bagus untuk mencapai lokasi.
Selain itu, air terjun yang masih menjadi sumber air penduduk Datar Lebar ini juga minim promosi di dunia maya.
"Kami perlu gencarkan lagi promosi, khususnya di dunia maya," kata Kades.
Dalam kisah yang berbeda, seperti disampaikan oleh tokoh desa Datar Lebar, konon di batu besar penutup celah dua dinding air terjun sering digunakan sebagai tempat duduk untuk bertapa.
Para pertapa tersebut adalah orang-orang yang berikhtiar untuk mendapatkan jodoh. Mereka yang ingin mendapatkan pasangan tersebut, bahkan banyak yang datang dari desa lain.
