Riau menuju pusat wisata di Sumatera
Selasa, 19 November 2024 13:55 WIB 1361

Istana Siak Sri Indrapura di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. (ANTARA/Aswaddy Hamid)
"Provinsi Riau ingin mengambil peran dalam bidang industri halal. Dengan potensi yang dimiliki oleh 12 kabupaten/kota, kita dapat menjadikan Provinsi Riau sebagai global hub halal di tingkat regional maupun nasional," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Riau Taufik Oesman Hamid di Pekanbaru belum lama ini.
Pengembangan industri halal di daerah perlu dilakukan, mengingat saat ini sektor tersebut kian berkembang pesat dan memiliki peluang yang menjanjikan bagi perekonomian daerah.
Industri halal saat ini berkembang pesat di seluruh dunia, tak hanya di negara-negara yang mayoritasnya muslim tapi juga di negara-negara non muslim. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap roda perekonomian, penciptaan lapangan kerja, dan meningkatkan investasi di Riau.
Tak hanya di sektor kuliner, rencananya pengembangan industri halal di Provinsi Riau juga akan berfokus pada industri kosmetik, farmasi, dan pariwisata. Dengan dilakukannya pengembangan di berbagai sektor tersebut, diharapkan mampu menjamin kehalalan dan mutu dari berbagai macam produk yang beredar di pasaran.
Oleh sebab itu, sudah sepantasnya seluruh pihak baik Pemerintah Kabupaten/Kota, para produsen hingga masyarakat agar dapat bahu-membahu dalam menyukseskan pelaksanaan rencana tersebut.
Dukungan dan peran Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan untuk menyongsong pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Kesadaran masyarakat
Guna mendukung Riau menjadi destinasi wisata unggulan, maka kesadaran masyarakat juga mutlak diperlukan, seperti turut menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban. Masyarakat harus sadar wisata.
Sejumlah agenda wisata tahunan di Riau yang sudah dikenal dan menjadi agenda wisata nasional antara lain Festival Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir, Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Serindit Boat Race di Kabupaten Siak, Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti atau Festival Bono Surfing di Kabupaten Pelalawan. Berbagai ajang wisata tahunan tersebut selalu dikunjungi puluhan ribu orang dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri.