Riau menuju pusat wisata di Sumatera
Selasa, 19 November 2024 13:55 WIB 1361

Istana Siak Sri Indrapura di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. (ANTARA/Aswaddy Hamid)
Aset-aset wisata tersebut harus dijaga kelestariannya, karena efek gandanya bisa dirasakan masyarakat, seperti penginapan/hotel yang ramai, rumah makan banyak pesanan atau aktivitas sewa kendaraan jadi meningkat dan lain sebagainya. Belum lagi, kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menggeliat seperti meningkatnya penjualan aneka suvenir dan oleh-oleh khas Riau lainnya.
Bumi Lancang Kuning akan memiliki pemimpin baru hasil dari Pilkada Serentak 2024. Para pemimpin baru yang terpilih nantinya diharapkan juga peduli dengan wisata daerahnya, seperti membuka akses jalan, mempermudah investasi atau memberikan jaminan keamanan bagi para pengunjung dan investor.
Provinsi Riau sudah selayaknya menjadi magnet wisata tanpa mengesampingkan sektor lainnya seperti pertambangan dan perkebunan yang sudah mengakar di daerah ini. Terlebih lagi, akses untuk menuju daerah berpenduduk sekitar 6,8 juta jiwa ini sangat mudah. Sudah banyak penerbangan yang langsung menuju ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, baik dari Jakarta, Yogyakarta, Medan atau bahkan dari Kuala Lumpur atau Singapura yang merupakan daerah tetangga.
Akses tol dari berbagai daerah di Sumatera juga segera akan terhubung mulai dari Lampung hingga Banda Aceh. Hal itu bisa adalah sebuah kemudahan tersendiri. Akses menuju Riau kian mudah.
Riau memiliki peluang besar untuk terus berkembang menjadi destinasi wisata utama di Indonesia, baik untuk wisata alam, budaya, maupun kuliner. Inisiatif dan inovasi seperti promosi wisata melalui media sosial, pengembangan fasilitas pendukung wisata, dan peningkatan layanan transportasi membuat Riau semakin terbuka untuk menggaet wisatawan baik lokal maupun internasional.