Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan realisasi pendapatan asli daerah atau PAD mencapai Rp66 miliar atau 69,11 persen dari target Rp95 miliar.
"Realisasi penarikan PAD dari 10 OPD yang menjadi sumber penghimpun baru mencapai 69,11 persen atau Rp66 miliar dari target Rp95 miliar," kata Kabid Penagihan dan Pendapatan BPKD Rejang Lebong Oki Mahendra di Rejang Lebong, Selasa.
Dia menjelaskan, penarikan PAD tersebut saat ini masih terus berjalan dan diperkirakan sampai tutup tahun nanti bisa mendekati target yang ditentukan.
"Kita masih memiliki waktu sekitar 1 bulan lebih untuk menghimpun PAD sebanyak-banyaknya," terangnya.
Pada tahun depan untuk meningkatkan realisasi target PAD 2026, kata dia, perlu dipacu di seluruh sektor, mulai dari sektor jasa umum, jasa usaha, jasa perizinan tertentu dan sektor pertanian.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan Pemkab Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar meminta seluruh OPD yang menjadi sumber penghasil PAD dapat memacu PAD 2025 dan menggali potensi PAD tahun 2026 nanti.
"PAD merupakan salah satu pendukung percepatan pembangunan daerah. Untuk itu, seluruh OPD yang menjadi sumber PAD agar terus berusaha memacu peningkatan PAD. Karena realisasi PAD tahun 2025 masih belum optimal," kata Iwan.
Selain itu, OPD-OPD yang menjadi pengumpul PAD juga perlu menggali potensi baru, seperti pada sektor pertanian dan perkebunan, pariwisata serta sektor strategis lain melalui beragam retribusi maupun pajak daerah.
"Potensi PAD yang perlu dipacu itu sektor pariwisata, sarana olah raga dan pasar, sampah, gedung PIC, gedung serba guna dan mes pemda, termasuk sumber-sumber lain," sebutnya.
