Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu selama 2025 telah menyelesaikan sebanyak 3.353 laporan dari masyarakat terkait kejahatan konvensional, transnasional, kekayaan negara dan implikasi kontijensi.
"Press rilis akhir tahun 2025 Polda Bengkulu menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai situasi kamtibmas dan capaian kinerja yang telah dilakukan Polda dan Polres jajaran. Tidak hanya laporan kinerja saja tetapi menjaga transparansi publik," kata Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono di Kota Bengkulu, Selasa.
Ia menyebut sebanyak 3.353 laporan yang diselesaikan tersebut merupakan sebagian dari laporan masyarakat yang masuk mencapai 5.622 laporan.
Sebanyak 3.353 laporan yang terselesaikan tersebut terdiri atas laporan tindak kejahatan konvensional sebanyak 2.898 kasus, kejahatan transnasional yaitu 383 kasus, dan kejahatan kekayaan negara 72 kasus.
Mardiyono menerangkan kasus paling banyak dilaporkan oleh masyarakat yaitu pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 696 laporan, kasus penggelapan 329 kasus dan pencurian biasa yaitu 326 kasus.
Dengan capaian tersebut, Polda Bengkulu berharap menjadi momentum berbenah dan capaian yang ada menjadi pengukur kerja sehingga bisa lebih keras lagi.
"Pada capaian ini kami juga mengucapkan terima kasih pada awak media yang telah membantu dalam memberikan informasi yang baik dari Polda Bengkulu," ujar dia.
Sementara itu, Polda Bengkulu menyiagakan sebanyak 800 personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dibantu personel TNI bertugas selama rangkaian perayaan Tahun Baru 2026.
Polda Bengkulu dan Polres jajaran melakukan pengamanan khususnya di kawasan perbatasan Provinsi Bengkulu dengan provinsi tetangga.
Kemudian, anggota kepolisian juga melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah kawasan ramai pengunjung seperti Tol Bengkulu - Taba Penanjung, Bandara Fatmawati Soekarno, kawasan objek wisata Pantai Panjang, Pantai Jakat, Pantai Pasir Putih dan lainnya.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan guna memastikan situasi perayaan tahun baru dalam keadaan kondusif dan aman.
