Bengkulu (Antara Bengkulu) - Tempat tumbuh atau habitat bunga rafflesia (Rafflesia arnoldii) di kawasan hutan Cagar Alam Taba Penanjung menjadi objek wisata dadakan bagi puluhan wisatawan lokal hingga mancanegara, Minggu.
"Satu bunga rafflesia sedang mekar sempurna di Cagar Alam Taba Penanjung dan menjadi objek wisata alam dadakan," kata Minjuanda, warga Desa Taba Penanjung yang menjaga bunga langka itu, Minggu.
Ia mengatakan untuk melihat bunga langka itu, pengunjung tidak dipungut retribusi, hanya ditawari sumbangan sukarela.
Untuk menjangkau habitat bunga tersebut, pengunjung tidak perlu berjalan jauh ke dalam hutan, karena posisinya hanya sekitar 10 meter dari badan jalan raya yang menghubungkan Kota Bengkulu dengan Kabupaten Kepahiang.
"Sangat dekat dari jalan, jadi tidak perlu jauh masuk ke dalam hutan. Kami juga sudah membuat spanduk di pinggir jalan untuk memudahkan pengunjung menemukan lokasi ini," tambahnya.
Sejak pos penjagaan dibuka pada Jumat (31/5) sejumlah pengunjung sudah memadati lokasi itu. Pemagaran terhadap bunga dilakukan Minjuanda dan warga lainnya untuk melindungi dari tangan jahil dan satwa liar.
Awalnya kata dia, dua bongkol atau calon bunga yang berdempetan diperkirakan akan mekar bersamaan, ternyata satu bunga sudah mekar lebih awal.
"Kami prediksi awalnya mekar bersamaan, tapi ternyata satu bunga lebih dulu mekar, yang satunya lagi mungkin sekitar dua atau tiga hari lagi," tambahnya.
Ia mengatakan para pengunjung, sebagian besar merupakan pengguna jalur lintas Bengkulu-Kepahiang, namun tidak sedikit yang khusus datang dari Kota Bengkulu untuk menyaksikan keunikan bunga khas Bengkulu itu.
Selain wisatawan lokal, wisatawan asing asal negara tetangga Malaysia juga mendatangai lokasi habitat bunga tersebut.
"Mereka sangat kagum dan merasa beruntung melihat langsung bunga rafflesia di habitatnya," tambahnya.
Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Sofian Ramadhan saat di lokasi bunga mekar mengatakan terdapat 18 habitat rafflesia di hutan Bengkulu yang sudah teridentifikasi komunitas itu.
"Tapi cagar alam Taba Penanjung dan Hutan lindung Bukit Daun yang paling sering ditemukan mekar," katanya.
Ia mengatakan setiap pengunjung bunga, diminta untuk berhati-hati memasuki habitat bunga tersebut, sebab di sekitar bunga mekar, tidak menutup kemungkinan terdapat bongkol atau calon bunga yang bisa terinjak. (Antara)
