Mukomuko (Antara) - Sejumlah warga di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini resah setelah mengetahui adanya gunung bawah laut di daerah itu yang diduga gunung berapi dan kemungkinan aktif.
"Saat ini saya siap-siap. Sebagian baju baju sudah dimasukkan ke dalam tas. Kalau gunung berapi meletus tinggal mengungsi," kata warga Desa Ujung Padang Warni, di Mukomuko, Kamis.
Dia mulai mempersiapkan barangnya setelah mendapat informasi keberadaan gunung bawah laut itu berapi dan kemungkinan aktif dari petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat sosialisasi ke sekolah.
Ia mengatakan, tidak dapat membayangkan kalau memang benar apa yang disampaikan petugas itu. Karena wilayah itu berada sepanjang pesisir pantai.
"Kalau meletus bisa tenggelam Mukomuko ini karena jarak pemukiman penduduk dengan pinggir pantai sangat dekat sekitar satu kilometer," ujarnya.
Warga Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto Wahyu mengatakan sejak beredar kabar gunung berapi bawah laut, istrinya menjadi ketakutan.
Ia minta, instansi terkait dapat menjelaskan mengenai keberadaan gunung bawah laut itu. Termasuk kebenarannya gunung tersebut berapi atau tidak.
"Jangan sampai tidak ada informasi yang jelas membuat warga menjadi resah," ujarnya.
Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko Ramdani sebelumnya meminta warga mewaspadai kemungkinan gunung bawah laut di daerah itu berapi dan kemungkinan menjadi aktif.
"Bagaimanapun harus disampaikan ke warga kemungkinan gunung itu berapi dan menjadi aktif. Jangan sampai setelah terjadi bencana, kami yang disalahkan," ujarnya.
Kendati demikian, katanya, pihaknya tidak bisa menetapkan status gunung berapi di dasar laut di daerah itu aktif sebelum adanya pengujian dari ahli gunung berapi.
Yang bisa dilakukan sekarang, katanya, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana alam yang melanda daerah itu.
"Untuk itu BNPB melakukan penyuluhan di sekolah agar menjadi tangguh dalam menghadapi bencana alam," ujarnya lagi. ***4***
