Bengkulu (ANTARA) - Tim SAR gabungan membagikan momen haru ketika mereka harus bermalam di tebing terjal Gunung Rinjani untuk menemani jenazah Juliana Marins (26 tahun). Seorang pendaki asal Brasil yang dinyatakan meninggal dunia usai terjatuh ke jurang pada Selasa (25/6/2025).
Dalam unggahan menyentuh dari akun Instagram salah satu relawan, @tyo_survival, diperlihatkan momen di mana anggota tim SAR dan relawan memilih bermalam di lereng tebing tempat jenazah Juliana berada.
"Setelah memastikan kondisi korban telah meninggal kami gabungan team relawan menjaga korban dan bermalam di tebing vertical yang curam dan kondisi bebatuan yang labil berjarak 3 meter dari korban, sambil menunggu team yang lain untuk mengangkat korban dari atas," tulisnya pada Kamis (26/6/2025).
Mereka tidur hanya beberapa meter dari tubuh korban di atas batuan terjal, menggunakan sleeping bag dan tetap mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap. Sembari menunggu kedatangan tim tambahan yang akan membantu proses pengangkatan jenazah dari atas tebing.
Proses pencarian dan evakuasi terhadap pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang tewas setelah terjatuh ke dalam jurang di Gunung Rinjani, kini telah selesai.
Baca juga: Kemenpar tegaskan pentingnya kepatuhan SOP pendakian
Baca juga: Jenazah pendaki Rinjani asal Brazil bakal diautopsi di Mataram
Namun kisah di balik tragedi ini menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban tetapi juga bagi tim relawan dan SAR yang terlibat dalam operasi penyelamatan dan evakuasi di medan yang ekstrem.
Juliana Marins, perempuan asal Rio de Janeiro yang kini menetap di kota Niteroi, dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Rinjani.
