Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk meningkatkan pencapaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di daerah ini.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajat di Mukomuko, Selasa, mencatat sampai sekarang baru sebanyak 4.344 orang warga yang mendaftar program CKG, namun yang hadir di puskesmas hanya 63,8 persen atau sebanyak 2.770 orang.
"Karena kekurangan sumber daya manusia di puskesmas sehingga penyebaran informasi yang belum merata. Kita mencoba berkoordinasi dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Polres, Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan capaian CKG," katanya.
Menurut dia, rendahnya partisipasi masyarakat terhadap program CKG kemungkinan kesibukan, kurang pengetahuan, kurang informasi, padahal program CKG banyak manfaatnya.
Disamping instansinya memenuhi tenaga kesehatan untuk puskesmas yang berasal dari CPNS dan PPPK, instansinya juga menunggu distribusi bahan habis pakai dari pemerintah provinsi.
Setelah ada distribusi barang habis pakai berupa alat untuk pengecekan kesehatan warga setempat dari provinsi, lalu peralatan tersebut disalurkan ke 17 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan daerah ini
Sementara itu, dalam program CKG yang berlangsung sejak awal tahun 2025, warga setempat ini mendapat pelayanan kesehatan berupa Medical Check up (MCU) secara umum guna melihat status sehat atau tidak.
Ia menjelaskan bahwa MCU secara umum ini berbeda dengan diagnosa penyakit yang bertujuan untuk melihat penyakit yang diderita setiap orang.
Program CKG ini pemeriksaan terhadap orang secara umum dan acak atau dari berbagai usia, untuk itu harus diklasifikasi terlebih dahulu orang yang menjalani pemeriksaan berdasarkan usia.
Setelah banyak orang menjalani pemeriksaan, maka nanti baru bisa dilihat rata-rata warga di daerah yang berada sejauh 270 kilometer ini mengalami permasalahan kesehatan seperti apa berdasarkan usia.
