Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan meskipun cost atau biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Mukomuko kecil tetapi pendapatan daerah diharapkan meningkat.
Harapan tersebut disampaikan oleh Ketua Pansus RPJMD DPRD Kabupaten Mukomuko Armansyah saat melakukan rapat kerja dengan sejumlah bidang di BKD Mukomuko terkait pembahasan lanjutan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 di ruang serba guna Sekretariat DPRD Kabupaten Mukomuko, Selasa.
"Untuk seterusnya pendapatan daerah Mukomuko dengan biaya jangan sampai membludak. Dengan cost kecil tentu kita harapkan pendapatan meningkat," katanya.
Panitia Khusus DPRD Kabupaten Mukomuko sejak sebulan terakhir ini melakukan rapat kerja dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna membahas program-program yang diusulkan dalam RPJMD 2025-2030.
Setiap perwakilan OPD membawa tabel lalu menjelaskan program-program apa saja yang akan mereka laksanakan pada tahun depan, termasuk sub-program dan baseline-nya.
Hadir dalam rapat kerja dengan BKD Mukomuko guna pembahasan RPJMD 2025-2030 itu, Wakil Ketua I DPRD Mukomuko Wisnu Hadi, Anggota DPRD Mukomuko Aceng Fikri dan Franki Janas.
Kemudian, Sekretaris Badan Keuangan Daerah Kabupaten Mukomuko Deftri Maulana beserta jajarannya dan perwakilan Bapelitbangda Kabupaten Mukomuko.
Armansyah mengatakan, walaupun BKD Mukomuko bukan pelaksana visi misi bupati, tetapi indikator kinerja yang penting-penting menyangkut keuangan, barang milik daerah, pendapatan daerah.
Jadi barang milik daerah, kata dia, harus ditata dengan baik, kemudian pendapatan daerah dengan biaya dari APBD jangan terlalu tinggi, tetapi pendapatan tetap harus meningkat dari sebelumnya.
Menurut dia, target pemerintah daerah itu kemandirian fiskal, dan dalam hal fiskal berdasarkan data dari pihak Bapelitbangda Mukomuko baru 6 persen sehingga belum bisa dikatakan mandiri secara fiskal.
Kalau bisa, kata dua pula, 50 persen dari pendapatan daerah ini, lalu 5 persen minta transfer.
