Pandeglang (Antara) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten Tatan Nanzar Riyadi menyatakan produksi ikan lokal belum mempu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.
"Produksi ikan kita masih minim dan jauh dari mencukupi kebutuhan masyarakat, karena itu terpaksa masih mendatangkan dari luar daerah," katanya di Pandeglang, Senin.
Menurut dia, kebutuhan ikan kita rata-rata 40 ton per hari, sementara produksi lokal hanya 11 ton, berarti 29 ton sisanya dipasok dari luar daerah, seperti Bogor dan Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Kurangnya pasokan tersebut, menjadi tantangan bagi para petani pembudidaya ikan di daerah tersebut, agar berusaha lebih keras lagi supaya produksinya meningkat.
Tata menyatakan, akan terus mendorong para petani pembudidaya agar meningkatkan usahanya serta secara rutin memberikan pendampingan serta bantuan bagi mereka.
"Kita punya petugas penyuluh lapangan (PPL) perikanan yang siap membantu petani dalam mengelola usahanya," katanya.
Terkait bantuan, menurut dia, setiap tahun selalu disalurkan pada para petani untuk meningkatkan usahanya.
"Bantuan setiap tahun ada, dan pada 2013 pun dialokasikan dari APBD Kabupaten Pandeglang, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa disalurkan," katanya.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang pada 2012 menyalurkan bantuan bagi sekitar 30 kelompok pembudidaya ikan air tawar, yakni sembilan kelompok budidaya ikan lele dan sisanya ikan mas, yang diberikan dalam bentuk benih dan pakan.
Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah, yang akan lebih fokus membudidayakan ikan air tawar.
Ia menjelaskan, potensi usaha budidaya ikan air tawar yang cukup besar, namun selama ini belum dioptimalkan sehingga tak memberikan kontribusi berarti bagi penerimaan daerah maupun masyarakat.
Guna mendukung optimalisasi budidaya itu, telah diprogramkan penataan berbagai sarana penunjang seperti pengairan dan peningkatan jumlah penyediaan bibit.