Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menugaskan penyuluhnya untuk menyisir dan memberikan pelayanan dalam pembuatan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) bagi nelayan yang belum memiliki Kusuka karena terkendala jarak tempuh ke ibukota kabupaten.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Warsiman, di Mukomuko, Kamis, mengatakan jumlah nelayan yang telah terdaftar dalam Kusuka KKP mencapai 1.753 orang dari total 2.299 nelayan yang tersebar di berbagai wilayah di daerah ini.
"Artinya masih ada nelayan setempat yang belum terdaftar dalam Kusuka. Kita berharap dan sudah disampaikan ke penyuluh perikanan untuk menyisir siapa-siapa pelaku usaha perikanan ini jangan sampai terlewat tidak terdata," katanya.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perikanan setempat melakukan pendataan nelayan ini sudah di mulai sejak tahun 2017 sampai sekarang.
Sedangkan untuk update atau memperbarui data Kusuka nelayan yang sudah dan belum habis masa berlakunya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut dia, banyak manfaat nelayan terdaftar dalam Kusuka karena setiap hari nelayan membutuhkan bahan bakar minyak (BBM), dan salah satu syarat membeli BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada melalui aplikasi XStar BPH Migas.
Dengan adanya Kusuka, nelayan mendapat akses untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU daerah setempat.
Manfaat lainnya, kata dia, berkaitan dengan program-program bantuan dari pemerintah baik sarana dan prasarana maupun perlindungan sosial itu juga mempersyaratkan Kusuka.
"Kalau mereka tidak memiliki Kusuka, otomatis mereka tidak bisa untuk mengakses bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ujarnya pula.
Selanjutnya, ia juga mengimbau nelayan setempat untuk pro aktif mendaftarkan diri dalam Kusuka supaya nelayan mendapatkan program bantuan pemerintah.
