Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tahun 2025 membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Puskesmas Penarik guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo, di Mukomuko, Rabu, mengatakan, tahun 2025 ada dua kegiatan di dinasnya, yakni pembangunan PLTS atau solar sel di Puskesmas Penarik dan pembangunan Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air bersih di Puskesmas Bantal.
"Anggaran untuk pembangunan PLTS di Puskesmas Penarik bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tahun ini," katanya.
Pada tahun 2024, sebanyak 10 dari 17 puskesmas di daerah ini dibangun PLTS yang pembangunannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
Pada tahun ini, pemerintah daerah setempat yang membangun PLTS di satu puskesmas bersumber dari DAU sehingga masih ada enam puskesmas lagi yang belum dibangun PLTS.
Pembangunan PLTS di enam puskesmas lagi, kata Bustam, akan dilaksanakan secara bertahap setiap tahun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran untuk penambahan sarana dan prasarana kesehatan.
Pemerintah pusat hingga daerah membangun PLTS di puskesmas untuk mengantisipasi apabila lampu padam ketika petugas medis di puskesmas sedang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Puskesmas yang sudah ada PLTS memiliki daya listrik mencapai 14.000 Watt dan dengan daya sebesar itu mencukupi untuk puskesmas memberikan pelayanan selama 24 jam.
Kemudian, dengan adanya PLTS, puskesmas daerah ini bisa menghemat penggunaan listrik yang bersumber dari PLN, sehingga pembayaran listrik menjadi lebih murah.
Di Kabupaten Mukomuko ini sudah terpasang saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dari Kambang Sumatera Barat ke Mukomuko, tetapi PLTS tetap dibutuhkan oleh puskesmas karena pembangkit ini otomatis digunakan ketika listrik padam.
