Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak mahasiswa untuk proaktif dalam melawan berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, termasuk praktik perundungan dan kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan kampus.
"Saya mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun budaya kampus yang berlandaskan penghormatan kepada harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kesetaraan," ujar Menteri Arifah Fauzi di sela acara "Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK)" di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan salah satu sikap proaktif adalah dengan berani melaporkan kasus-kasus yang dialami maupun diketahui oleh mahasiswa.
"Pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus membutuhkan komitmen dari seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat, bahkan keluarga," kata Arifah Fauzi.
Menteri Arifah Fauzi juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya di bidang akademik maupun pengembangan diri di luar kelas.
Ia mengatakan masa studi di perguruan tinggi merupakan periode yang strategis dalam membentuk karakter, kapasitas, serta kepemimpinan generasi penerus bangsa. Bekal ini penting agar mahasiswa dapat mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Kalian adalah generasi penerus bangsa 20 tahun yang akan datang. Semua ada di tangan anak-anakku yang sekarang bukan lagi sebagai siswa di sekolah, tetapi sudah menjadi mahasiswa, pelopor, dan fondasi Indonesia yang akan datang," ujarnya.
Pada saat menjadi mahasiswa, lanjutnya, ambil ilmu sebanyak-banyaknya. "Kalian harus bisa saling memotivasi dan mendukung satu sama lain untuk bersama-sama menjadi generasi emas Indonesia,” tutur Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
