Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0409/Rejang Lebong, Bengkulu, di wilayah Kecamatan Curup Utara melakukan perbaikan jembatan gantung yang menjadi sarana pendukung usaha pertanian di wilayah itu.
"Jembatan gantung yang direhabilitasi ini memiliki panjang 100 meter, jembatan ini membelah Sungai Musi di Desa Seguring. Jembatan ini sehari-harinya digunakan untuk petani mengangkut hasil pertanian dari seberang ke Desa Seguring," kata Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.
Dia menjelaskan, jembatan gantung tersebut dibangun dalam oleh proyek BRDP tahun 2004 lalu, dan kini sudah berumur 22 tahun sehingga layak dilakukan perbaikan baik di bagian lantai maupun kabel seling bajanya.
Saat ini proses rehabilitasi jembatan gantung ini, kata dia, sudah mencapai 85 persen dan diperkirakan beberapa hari lagi akan selesai dan bisa dilalui warga maupun sepeda motor guna menuju ladang maupun mengangkut hasil pertanian.
Menurut dia, TMMD ke-127 Kodim 0409/Rejang Lebong dilaksanakan di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong menyasar kegiatan fisik dan nonfisik dengan dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sebesar Rp1 miliar lebih.
"Salah satu program unggulan TMMD kali ini adalah rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni atau RTLH. Program ini diperuntukkan bagi warga tidak mampu yang berada di lokasi kegiatan. Sampai hari ke 13 pelaksanaan TMMD ke-127 progres fisiknya sudah ada yang mencapai 85,3 persen dan paling rendah 66,5 persen," terangnya.
Dia berharap pada program bedah rumah ini akan ada partisipasi masyarakat, karena anggaran yang dikucurkan sebesar Rp20 juta, dengan rincian untuk pembelian material Rp17,5 juta dan Rp2,5 juta upah tukang. Kekurangan ini bisa ditutupi oleh swadaya masyarakat atau keluarga penerima bantuan.
Sedangkan untuk kegiatan fisik lainnya ialah pembukaan akses jalan baru sepanjang 4.167 kilometer dengan lebar 8 meter yang progresnya telah mencapai 35,2 persen, serta pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter sudah 19,4 persen.
"Untuk sasaran fisik unggulan lainnya ialah pembuatan sumur bor di lima titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, saat ini progres fisiknya paling ada yang 96,5 persen dan terendah 90 persen. Dalam beberapa hari ke depan ini sudah rampung," tambah dia.
Sementara itu untuk sasaran non-fisik, pihak TNI telah melaksanakan pelayanan kesehatan dan donor darah. Kemudian kegiatan penyuluhan meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, pertanian, pencegahan narkoba, kerukunan antarumat beragama, penanganan stunting, hingga sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
