Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu saat ini mengintensifkan pengawasan pangan olahan selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 guna memastikan produk pangan aman dan bermutu untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
"Kami mengintensifkan pengawasan pangan olahan selama bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadhan merupakan agenda rutin nasional yang dilaksanakan serentak oleh BPOM di seluruh Indonesia," kata Kepala BPOM Bengkulu Kodon Tarigan di Kota Bengkulu, Minggu.
Pengawasan tersebut dilakukan, kata dia, karena konsumsi pangan olahan selama Ramadhan mengalami peningkatan yang cukup besar, khususnya untuk produk makanan berbuka puasa, parcel Ramadhan, dan kebutuhan pangan lainnya.
Ia menyebut pengawasan dilakukan guna memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.
Berdasarkan hasil pengawasan sementara yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, BPOM Bengkulu tidak menemukan produk pangan olahan yang kedaluwarsa, produk tanpa izin edar, maupun produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.
Namun pihaknya menemukan adanya pelanggaran yang bersifat administratif dan telah ditindaklanjuti dengan pembinaan kepada pelaku usaha.
Ia mengatakan BPOM Bengkulu tidak hanya melakukan pengawasan di tingkat distributor, tetapi juga menyasar ritel modern, pasar tradisional, hingga gudang penyimpanan.
"BPOM Bengkulu akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun," ujar Kodon Tarigan.
Pihaknya berkomitmen untuk memastikan setiap produk pangan olahan yang beredar di Provinsi Bengkulu aman, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan intensifikasi pengawasan tersebut, Kodon berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi.
