Bengkulu (Antara) - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu memfasilitasi pembentukan satuan tugas penanggulangan penyakit demam berdarah dengue di kabupaten dan kota, menyusul tingginya kasus penyakit tersebut di daerah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Amin Kurnia di Bengkulu, Senin, mengatakan hingga saat ini sudah terbentuk empat satgas di empat kabupaten dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Rejanglebong, Kabupaten Kepahiang, dan Bengkulu Tengah.
"Satgas akan dibentuk di seluruh kabupaten dan kota, tapi tahap pertama ini sudah terbentuk di empat daerah yang tingkat kasusnya paling tinggi," katanya.
Ia mengatakan Satgas Penanggulangan DBD tersebut bertanggung jawab mengoordinasikan langkah penanganan kasus DBD yang terjadi di setiap wilayah.
Pembentukan satgas tersebut, menurut Amin, sebagai langkah mendesak, mengingat kasus DBD di daerah itu cukup tinggi, yakni mencapai 140 kasus baru dalam sepekan.
"Dalam sepekan ada 140 kasus baru dan dua orang meninggal dunia pada pekan pertama Februari ini," katanya.
Amin mengatakan peningkatan kasus DBD di Bengkulu pada Januari 2016 cukup tinggi dibandingkan dengan jumlah kasus pada bulan yang sama pada 2015.
Pada Januari 2015, jumlah kasus DBD mencapai 114 kasus, meningkat menjadi 293 kasus pada Januari 2016, dengan jumlah korban jiwa dalam sebulan tercatat enam orang.
"Kami perkirakan jumlah kasus DBD tahun ini akan meningkat dibanding jumlah kasus pada 2015 sebanyak 1.003 orang positif DBD," katanya.
Direktur RSUD M. Yunus Bengkulu Supardi mengatakan saat ini tercatat 30 pasien terserang DBD tengah dirawat di rumah sakit itu.
"Pasien yang dibawa ke rumah sakit umumnya dalam kondisi parah, sehingga ada enam orang yang meninggal dunia dari puluhan pasien yang kami tangani," katanya.
Ia mengatakan bahwa kebersihan lingkungan menjadi kunci utama pemberantasan virus yang ditularkan lewat nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD itu. ***4***
