Mukomuko (Antara) - Pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan jumlah kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang aktif di daerah itu hanya sekitar 50 persen dari sebanyak 50 kelompok.
"Sebanyak 50 pokdakan di daerah itu, tetapi yang aktif hanya sekitar 50 persen," kata Kabid Budi Daya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Effin Maswandi di Mukomuko, Sabtu.
Ia mengatakan, banyaknya pokdakan di daerah itu yang tidak aktif karena kelompok tersebut dadakan. Kelompok tersebut aktif saat ada program bantuan dari pemerintah setempat.
Setelah itu, katanya, kelompok tersebut tidak lagi melakukan aktivitasnya membudidayakan ikan di kolam darat.
Ia berharap, agar semua kelompok yang ada di daerah itu kembali aktif dalam melakukan aktivitas membudidayakan ikan di kolam darat. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan warga masyarakat setempat.
"Kita perlu banyak kelompok terutama yang membudidayakan ikan nila. Karena selama ini sumber ikan nila berasal dari luar daerah," ujarnya.
Selain itu, ia mendorong, warga masyarakat setempat membentuk pokdakan agar mereka dapat membudidayakan ikan.
Pemerintah setempat, katanya, mempunyai stok sebanyak 270 ribu benih ikan nila, gurame, lele, mas, dan tawes untuk kelompok pembudidaya ikan di daerah itu.
Untuk itu, katanya, warga harus membangun kolam terlebih dahulu. Setelah itu mereka membuat Pokdakan diketahui oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). ***1***