Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Sebanyak 12.000 rumah tangga di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini menjadi sampel dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) dari pemerintah pusat.
"Kalau untuk jumlahnya pas di bulan Februari 2025 sudah mulai dicek tetapi yang dicek itu hanya sampelnya saja baru 12.000 rumah tangga untuk DTSEN," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko Eli Susbenti di Mukomuko, Sabtu.
Dia mengatakan hal itu karena sekarang ini data yang digunakan oleh pemerintah pusat untuk menentukan penerima bantuan sosial beralih dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ke DTSEN.
Sebanyak belasan ribu rumah tangga yang menjadi sampel dalam DTSEN itu terdiri atas desil 1-10, kalau untuk DTSEN bagi rumah tangga yang menerima bantuan sosial adalah desil 1-4.
Kalau rumah tangga yang masuk dalam desil 5-8 bisa untuk menerima bantuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau jaminan kesehatan dari pemerintah daerah dan pusat.
Sementara itu, data sebanyak 12.000 rumah tangga di daerah ini yang menjadi sampel dalam DTSEN itu dari BPS, kemungkinan akan ada penambahan data rumah tangga yang masuk dalam DTSEN.
Selanjutnya, terkait pendataan rumah tangga miskin yang memenuhi kriteria dan persyaratan masuk dalam DTSEN, instansinya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
"Kita menunggu juknis dari pusat, kini menunggu berjalan proses pengecekan belasan ribu rumah tangga yang menjadi sampel dalam DTSEN," ujarnya.
Sementara itu, jumlah warga setempat yang masuk dalam DTKS pada tahun 2024 mencapai 84.710 orang, dari sebanyak 203.525 orang penduduk di daerah itu.
Jumlah warga yang masuk dalam DTKS tersebut terhitung per Oktober 2024, atau berkurang dibandingkan data bulan Januari 2024 sebanyak 86.356 orang.
