Mukomuko (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk penguatan kapasitas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam melaksanakan tugas di wilayahnya masing-masing.
Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Dinsos Kabupaten Mukomuko Zoni Fourwanda di Mukomuko, Selasa, mengatakan, kegiatan penguatan kapasitas pendamping PKH ini yang kedua kali dalam tahun ini, bulan Maret 2025 ada juga kegiatan seperti ini tetapi materinya yang berbeda.
"Sebelumnya kegiatan sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN, kegiatan yang sekarang ini terkait solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dengan penerima PKH," katanya.
Kegiatan Bimtek ini dibuka oleh Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi AB dan dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko Arfi beserta jajarannya dan diikuti oleh 38 pendamping PKH dan satu koordinator kabupaten.
Dalam kegiatan bimtek ini, Dinsos Mukomuko melibatkan Korwil PKH Provinsi Bengkulu Elisa Yuniarti, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mukomuko.
Zoni menjelaskan, kegiatan ini bertujuan supaya pendamping PKH dapat bekerja lebih semangat lagi karena mereka tidak berhenti bekerja setiap hari setiap bulan, dan setiap pagi monitoring.
Karena sebanyak 38 pendamping PKH ini bertugas untuk mendampingi sebanyak 6.741 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 15 kecamatan daerah ini.
Di dalam pelaksanaan kegiatannya di lapangan, pendamping PKH menemukan banyak dinamika dan persoalan berkaitan baik dengan KPM maupun masyarakat di luar KPM yang menginginkan bantuan sosial terutama PKH.
Untuk itu, dalam bimtek ini nantinya mereka diberikan pengetahuan tentang solusi terhadap permasalahan yang dihadapinya.
Sementara pemerintah kabupaten ikut andil dalam pengawasan serta memberikan dukungan pengawasan serta bimtek salah satunya penguatan kapasitas mereka, dan bantuan operasional kendaraan bermotor.
Menurut Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi AB, bimtek ini dibutuhkan oleh pendamping PKH karena masyarakat sekarang itu banyak mengeluh dulu mereka dapat sekarang mereka tidak dapat lagi..Sementara pendamping PKH tidak punya kemampuan untuk menerangkan itu.
"Bimtek ini saya menyarankan kepada korwil PKH Bengkulu sebagai narasumber memberikan pemahaman sebenarnya mengapa dulu dapat sekarang tidak dapat," ujarnya.
Untuk itu, tambah, bimtek ini bisa memberikan pemahaman kepada peserta bimtek cara menjelaskan apabila suatu saat ada masyarakat yang menanyakan mengapa dulu dapat sekarang tidak dapat.
