Mukomuko (ANTARA) -
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menurunkan petugasnya untuk mengawasi distribusi pupuk subsidi di sejumlah lokasi daerah ini.
Sub Koordinator Saprodi, Alsintan, dan Pembiayaan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Dodi Hardiansyah di Mukomuko, Selasa, menyatakan, meskipun anggaran terbatas, pengawasan tetap dilakukan sesuai kemampuan dinas.
"Kami melakukan pengawasan di kios pupuk, pengawasan ini bertujuan untuk memastikan distribusi pupuk subsidi di kios daerah ini sesuai dengan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK)," katanya.
Baca juga: Polisi tangkap kakak beradik di Mukomuko atas pencurian 450 batang besi
Baca juga: Penyerapan DAK kesehatan di Mukomuko capai 70 persen
Ia menyebutkan, ada tiga tahap distribusi pupuk subsidi di daerah ini atau sesuai dengan jumlah musim tanam (MT) sebanyak tiga kali dalam setahun.
Ia mengatakan, sekarang ini distribusi pupuk subsidi untuk MT dua padi sawah, kemungkinan ada juga MT dua untuk palawija di sejumlah wilayah setempat.
"Sampai hari ini distribusi pupuk subsidi lancar-lancar saja, tidak terdengar petani yang kekurangan pupuk," ujarnya.
Kendati demikian, katanya, pihaknya akan terus memonitor distribusi untuk mengantisipasi jangan sampai pupuk subsidi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Ia memastikan, alokasi pupuk bersubsidi untuk petani pada tahun 2024 ini mencukupi setelah ada penambahan kuota pupuk sebesar 100 persen dari sebanyak 1.650 ton menjadi 3.100 ton.
Baca juga: Cermati 11 pelanggaran lalu lintas yang disasar dalam Operasi Patuh Nala 2024 agar tidak kena tilang
Baca juga: KPU Mukomuko lantik Pengganti Antar-Waktu tiga anggota PPS
"Jumlah penambahan alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Mukomuko sekitar 100 persen dari alokasi pupuk subsidi sebelumnya," ujarnya pula.
Ia menjelaskan alokasi pupuk subsidi jenis urea semula sebanyak 966 ton, kini bertambah menjadi sebanyak 1.700 ton, artinya penambahannya hampir sebesar 100 persen.
Kemudian, alokasi pupuk subsidi jenis NPK dari sebanyak 684 ton bertambah menjadi sebanyak 1.400 ton. Penambahan alokasi pupuk subsidi jenis NPK ini lebih dari 100 persen.
Selain itu, katanya, alokasi pupuk subsidi jenis NPK formula mengalami penambahan dari sebanyak dua ton menjadi 11 ton.